
Manajemen keuangan adalah seni mengatur sumber dan penggunaan dana. Organisasi atau Perusahaan mengawalinya dengan forecast arus kas lalu mengevaluasinya secara berkesinambungan untuk meminimalkan terjadinya resiko yang mungkin terjadi. Resiko yang dimaksud adalah penyimpangan dari forecast yang dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi atau badan usaha tersebut.Dalam keseharian, kita pun selalu terlibat dengan aktivitas manajemen keuangan walau dalam skala yang lebih kecil. Manajemen keuangan keluarga memang tidak sekompleks manajemen keuangan perusahaan yang melibatkan banyak kepakaran, sumber daya, dan deretan panjang angka dan statistik. Resiko keuangan yang dapat menimpa kita juga berbeda skalanya dengan resiko keuangan yang dihadapi organisasi atau perusahaan yang pengelolaan keuangannya lebih kompleks. Namun bukan berarti kita jadi mengabaikan begitu saja resiko keuangan yang bisa saja terjadi di depan kita. Dengan mengenal resiko-resiko tersebut sejak awal, kita pun dapat menyiapkan strategi yang sesuai untuk mengantisipasinya saat terjadi.
Secara garis besar resiko keuangan dibagi menjadi resiko keuangan yang berasal dari luar diri kita dan resiko yang diakibatkan keputusan keuangan yang kita ambil. Pada umumnya kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengurangi resiko yang pertama karena penyebabnya terjadi begitu jauh diluar jangkauan kita. Misalnya: Perubahan kondisi ekonomi global, terjadi bencana alam, huru hara atau keadaan force majeur lainnya yang berimbas pada keuangan kita. Masih ingat krisis moneter tahun 1998 lalu yang membuat dolar menguat gila-gilaan terhadap rupiah. Tragedi moneter ini adalah akumulasi dari rapuhnya sistem ekonomi global. Orang-orang yang tidak siap dengan tragedi tersebut tidak bisa berbuat banyak. Sebagian besar hanya bisa gigit jari melihat kejatuhan nilai investasi mereka. Resiko keuangan berikut adalah resiko keuangan yang dapat terjadi karena keputusan atau pilihan yang kita ambil. Dengan demikian, resiko ini bisa kita reduksi kemungkinannya juga kita punya peluang lebih mudah mengantisipasinya. Beberapa resiko tersebut dapat mengancam pengelolaan keuangan kita. Saya coba merangkumnya pada paparan berikut:
Kesalahan Keputusan Investasi.
Setiap hari banyak tawaran investasi menghampiri kita lewat media, lewat internet, lewat perangkat komunikasi atau lewat tetangga di samping rumah. Memilih investasi secara bijak diperlukan untuk menghindari kesalahan keputusan investasi yang dapat merugikan. Pilihan investasi yang perlu dicermati dengan seksama adalah investasi yang melibatkan pengelolaan oleh pihak kedua seperti joint venture, reksadana, insurance, jasa keuangan sampai money game yang dikemas seperti multilevel marketing. Pastikan kesehatan sistem pengelolaan dana tempat kita berinvestasi tersebut agar dana kita aman. Untuk investasi pada properti atau komoditas, tidak terlalu membutuhkan hitung-hitungan yang jelimet, hanya butuh modal besar untuk memaksimalkan keuntungan dan kepandaian membaca trend nilai investasi. Beberapa orang menyukai instrumen investasi yang high risk high return seperti jual beli komoditas, saham atau valas. Modal utama untuk Investasi seperti ini adalah kapitalisasi besar, intuisi dan mental yang kuat. Beberapa produk derivatif seperti jual beli valas atau indeks saham secara berjangka mengandalkan leverage untuk meminimalkan kapitalisasi yang dibutuhkan. Tapi leverage itu seperti pedang bermata dua jika tidak hati-hati menggunakannya. Dalam semalam kita bisa mendapat keuntungan berlipat ganda tapi sebaliknya dalam semalam kita juga bisa jatuh melarat. Pendek kata, setiap instrumen investasi memiliki resikonya masing-masing. Pilihlah resiko yang tepat untuk anda. Strategi untuk meminimalkan resiko ini adalah mengikuti pepatah lama yang tetap mumpuni, don’t put your eggs in one basket. Diversifikasikan investasi anda pada beberapa instrumen investasi. Sebaliknya, tidak berinvestasi pun adalah sebuah resiko keuangan. Tidak memiliki investasi membuat kita terengah-engah mengejar inflasi dan terlalu banyak masalah keuangan yang terjadi esok hari jika kita tidak membentengi diri kita dengan investasi.
Perubahan pendapatan.
Perubahan yang dimaksud disini adalah berkurangnya jumlah pendapatan. Misanya: karena prestasi kita di tempat kerja kurang baik, maka mengalami demosi atau kemungkinan paling buruk adalah dikenakan PHK. Ini artinya pendapatan kita jadi menurun atau hilang sama sekali. Untuk anda yang berwirausaha, bisa saja karena kurang lihai menjalankan bisnis, pelanggan anda menjauh, penjualan berkurang sehingga dengan sendirinya pendapatan usaha menurun. Sementara itu di sisi lain, biaya hidup terus meningkat seiring inflasi. Atau bayangkan anda sudah terlanjur terjebak kredit yang selama ini menyita hampir seluruh pendapatan anda. Dengan perubahan pendapatan ini, anda akan semakin kewalahan. Jika resiko itu sudah terjadi, maka strategi terbaik menyelematkan keuangan anda adalah berhemat, kemudian berpikir untuk mencari alternatif pendapatan tambahan. Untuk masalah kredit, cobalah berkonsultasi kepada kreditur anda untuk meminta restrukturisasi pinjaman. Sementara strategi sebelum resiko tersebut terjadi adalah menabung pada pos dana darurat dan sejak awal mencari alternatif pendapatan pasif agar jika terjadi perubahan pendapatan seperti contoh di atas anda telah mempersiapkan diri anda.
Perubahan pengeluaran.
Kadang arus kas keluarga kita berantakan karena ada hal-hal tak terduga yang tiba-tiba menyedot pendapatan. Misalnya pasangan hidup tertimpa kecelakaan dan membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Jika kita tidak siap dengan resiko seperti itu, bisa-bisa seluruh hasil kerja keras selama bertahun-tahun habis dalam sekejab mata. Untuk mengantisipasi resiko seperti ini, pilihan yang tepat adalah produk keuangan yang bersifat memberikan perlindungan keuangan misalnya asuransi kesehatan atau asuransi yang memberikan proteksi terhadap pendapatan. Belakangan ini banyak sekali produk asuransi bermunculan, carilah produk yang sesuai dan pelajari secara seksama segala ketentuan menyangkut hak dan kewajiban anda sebagai pemegang polis. Tidak ada salahnya mulai menyisihkan pendapatan untuk mengikutkan anggota keluarga atau anda sendiri ke dalam produk asuransi yang sesuai.
Banyak piutang tak tertagih.
Bersikap baik terhadap keluarga atau sahabat-sahabat boleh-boleh saja. Tidak ada salahnya kita membantu mereka saat mereka membutuhkan pinjaman. Apalagi kita juga memiliki kemampuan untuk membantu. Tapi jangan lupa memastikan dana tersebut dikembalikan sesuai kesepakatan. Kestabilan arus kas anda sedikit banyak akan terganggu jika banyak aset anda berada diluar sana dalam bentuk piutang tak tertagih. Pada perusahaan, aset seperti ini dikategorikan ke dalam aset bermasalah. Proyeksi keuangan akan terganggu dengan aset bermasalah seperti ini. Beberapa orang pun akhirnya (terpaksa) memasukan piutang yang tidak bisa ditagih lagi seperti ini ke dalam pos donasi. Walau sebenarnya jika berbicara hitung-hitungan bisnis, piutang yang tidak bisa ditagih lagi itu adalah sebuah kerugian. Jika memang mau membuat pengeluaran untuk tujuan sosial seperti donasi, kita sejak awal juga membuat proyeksi arus kasnya agar semua bakal pengeluaran terkendali dengan baik. Cara mengantisipasi resiko seperi ini adalah bijaklah memberi pinjaman. Saya pernah membuat artikel terkait pemberian pinjaman pribadi seperti ini.
Nah, menyiapkan strategi untuk mengantisipasi berbagai resiko keuangan di atas amat penting untuk mengamankan keuangan anda. Strategi-strategi keuangan tersebut jika dipersiapkan dengan baik, juga sebenarnya bisa digunakan untuk mengantisipasi resiko yang datang dari luar kita. Misalnya: Tiba-tiba bisnis restoran anda guncang karena terjadi bencana alam. Memang resiko tersebut tidak bisa kita cegah, namun anda bisa mempersiapkan senjata penangkalnya sejak awal, misalnya dengan membangun tabungan darurat atau membangun investasi yang bisa segera dicairkan sebagai dana cadangan untuk menopang usaha anda sementara waktu. Resiko adalah konsekuensi dari setiap keputusan keuangan yang kita pilih. Orang bijak adalah orang yang berusaha meminimalkan resiko tersebut. Orang yang lebih bijak lagi siap sedia dengan strategi yang jitu jika resiko tersebut pada akhirnya datang juga. (PG)
_________________
Kesalahan Keputusan Investasi.
Setiap hari banyak tawaran investasi menghampiri kita lewat media, lewat internet, lewat perangkat komunikasi atau lewat tetangga di samping rumah. Memilih investasi secara bijak diperlukan untuk menghindari kesalahan keputusan investasi yang dapat merugikan. Pilihan investasi yang perlu dicermati dengan seksama adalah investasi yang melibatkan pengelolaan oleh pihak kedua seperti joint venture, reksadana, insurance, jasa keuangan sampai money game yang dikemas seperti multilevel marketing. Pastikan kesehatan sistem pengelolaan dana tempat kita berinvestasi tersebut agar dana kita aman. Untuk investasi pada properti atau komoditas, tidak terlalu membutuhkan hitung-hitungan yang jelimet, hanya butuh modal besar untuk memaksimalkan keuntungan dan kepandaian membaca trend nilai investasi. Beberapa orang menyukai instrumen investasi yang high risk high return seperti jual beli komoditas, saham atau valas. Modal utama untuk Investasi seperti ini adalah kapitalisasi besar, intuisi dan mental yang kuat. Beberapa produk derivatif seperti jual beli valas atau indeks saham secara berjangka mengandalkan leverage untuk meminimalkan kapitalisasi yang dibutuhkan. Tapi leverage itu seperti pedang bermata dua jika tidak hati-hati menggunakannya. Dalam semalam kita bisa mendapat keuntungan berlipat ganda tapi sebaliknya dalam semalam kita juga bisa jatuh melarat. Pendek kata, setiap instrumen investasi memiliki resikonya masing-masing. Pilihlah resiko yang tepat untuk anda. Strategi untuk meminimalkan resiko ini adalah mengikuti pepatah lama yang tetap mumpuni, don’t put your eggs in one basket. Diversifikasikan investasi anda pada beberapa instrumen investasi. Sebaliknya, tidak berinvestasi pun adalah sebuah resiko keuangan. Tidak memiliki investasi membuat kita terengah-engah mengejar inflasi dan terlalu banyak masalah keuangan yang terjadi esok hari jika kita tidak membentengi diri kita dengan investasi.
Perubahan pendapatan.
Perubahan yang dimaksud disini adalah berkurangnya jumlah pendapatan. Misanya: karena prestasi kita di tempat kerja kurang baik, maka mengalami demosi atau kemungkinan paling buruk adalah dikenakan PHK. Ini artinya pendapatan kita jadi menurun atau hilang sama sekali. Untuk anda yang berwirausaha, bisa saja karena kurang lihai menjalankan bisnis, pelanggan anda menjauh, penjualan berkurang sehingga dengan sendirinya pendapatan usaha menurun. Sementara itu di sisi lain, biaya hidup terus meningkat seiring inflasi. Atau bayangkan anda sudah terlanjur terjebak kredit yang selama ini menyita hampir seluruh pendapatan anda. Dengan perubahan pendapatan ini, anda akan semakin kewalahan. Jika resiko itu sudah terjadi, maka strategi terbaik menyelematkan keuangan anda adalah berhemat, kemudian berpikir untuk mencari alternatif pendapatan tambahan. Untuk masalah kredit, cobalah berkonsultasi kepada kreditur anda untuk meminta restrukturisasi pinjaman. Sementara strategi sebelum resiko tersebut terjadi adalah menabung pada pos dana darurat dan sejak awal mencari alternatif pendapatan pasif agar jika terjadi perubahan pendapatan seperti contoh di atas anda telah mempersiapkan diri anda.Perubahan pengeluaran.
Kadang arus kas keluarga kita berantakan karena ada hal-hal tak terduga yang tiba-tiba menyedot pendapatan. Misalnya pasangan hidup tertimpa kecelakaan dan membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Jika kita tidak siap dengan resiko seperti itu, bisa-bisa seluruh hasil kerja keras selama bertahun-tahun habis dalam sekejab mata. Untuk mengantisipasi resiko seperti ini, pilihan yang tepat adalah produk keuangan yang bersifat memberikan perlindungan keuangan misalnya asuransi kesehatan atau asuransi yang memberikan proteksi terhadap pendapatan. Belakangan ini banyak sekali produk asuransi bermunculan, carilah produk yang sesuai dan pelajari secara seksama segala ketentuan menyangkut hak dan kewajiban anda sebagai pemegang polis. Tidak ada salahnya mulai menyisihkan pendapatan untuk mengikutkan anggota keluarga atau anda sendiri ke dalam produk asuransi yang sesuai.
Banyak piutang tak tertagih.
Bersikap baik terhadap keluarga atau sahabat-sahabat boleh-boleh saja. Tidak ada salahnya kita membantu mereka saat mereka membutuhkan pinjaman. Apalagi kita juga memiliki kemampuan untuk membantu. Tapi jangan lupa memastikan dana tersebut dikembalikan sesuai kesepakatan. Kestabilan arus kas anda sedikit banyak akan terganggu jika banyak aset anda berada diluar sana dalam bentuk piutang tak tertagih. Pada perusahaan, aset seperti ini dikategorikan ke dalam aset bermasalah. Proyeksi keuangan akan terganggu dengan aset bermasalah seperti ini. Beberapa orang pun akhirnya (terpaksa) memasukan piutang yang tidak bisa ditagih lagi seperti ini ke dalam pos donasi. Walau sebenarnya jika berbicara hitung-hitungan bisnis, piutang yang tidak bisa ditagih lagi itu adalah sebuah kerugian. Jika memang mau membuat pengeluaran untuk tujuan sosial seperti donasi, kita sejak awal juga membuat proyeksi arus kasnya agar semua bakal pengeluaran terkendali dengan baik. Cara mengantisipasi resiko seperi ini adalah bijaklah memberi pinjaman. Saya pernah membuat artikel terkait pemberian pinjaman pribadi seperti ini._________________

