Minggu, 15 Mei 2016

Tiga Jenis Blogger Menurut Teori McClelland



Saat sedang membuka-buka kembali materi-materi training jadul bersama salah satu kawan kantor, tanpa sengaja saya menemukan teori motivasi yang digagas oleh seorang psikolog Amerika Serikat bernama David C. McClelland. McClelland adalah seorang penulis dan akademisi terkenal. Dalam bukunya yang bertajuk The Achieving Society, McClelland memperkenalkan sebuah teori yang dikenal dengan nama Theory of Needs. Teori mengenai motivasi manusia ini kemudian digunakan dan dikembangkan dalam ilmu sosial ekonomi kontemporer.
Menurut Theory of Needs ini, setiap orang pada dasarnya memiliki tiga jenis movitasi kerja dalam dirinya, yaitu motivasi untuk berprestasi (Need of Achievement, n-Ach), motivasi untuk memiliki otoritas/kekuasaan (Need of Power, n-Pow) dan motivasi untuk berafiliasi (Need of Affiliation, n-Affil). Budaya, lingkungan, keadaan sosial ekonomi serta pengalaman hidup setiap orang kemudian membuat salah satu jenis motivasi akan mendominasi dan membentuk karakter orang yang bersangkutan.

Penjelasan ringkas ketiga tipe motivasi tersebut sebagai berikut:

n-Ach
Orang-orang bertipe ini mudah termotivasi dengan tantangan kerja yang diberikan kepadanya. Misalnya pencapaian target. Pikiran orang-orang n-Ach selalu terarah untuk mengolah sumber daya yang dimilikinya serta menghitung resiko dan peluang untuk mencapai targetnya. Mereka senang melihat progressdari pekerjaan atau proyek yang sedang mereka lakukan. Jika berada pada posisi bawahan, mereka mengharapkan penilaian dan masukan secara berkala terhadap tugas yang mereka lakukan. Jadi cara memotivasi orang-orang tipe ini adalah dengan memberi mereka tantangan untuk memancing prestasi mereka, lalu beri reward yang sepadan dengan prestasi mereka.

n-Pow
Sementara itu,  orang-orang bertipe n-Powlebih termotivasi jika diberi otoritas atau kekuasaan. Mereka senang berada pada posisi atasan dan menggunakannya untuk mempengaruhi orang lain. Mereka juga menikmati status-status tertentu yang diberikan kepadanya. Memimpin tim, memberi perintah dan memenangkan perbedaan pendapat adalah typical mereka. Cara membangun motivasi orang-orang tipe ini adalah dengan memberi mereka otoritas dan bila perlu iklim persaingan untuk dimenangkan.

n-Affil
Budaya gotong royong dan kekeluargaan sudah ditanamkan pada generasi demi generasi bangsa ini sejak dahulu. Oleh karena itu, banyak orang Indonesia yang tergolong ke dalam tipe ini. Orang-orang dengan tipe n-Affil akan termotivasi dengan penerimaan dan hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka lebih suka berkolaborasi dibanding berkompetisi. Mereka memilih mengorbankan kepentingan pribadi demi mencapai kepentingan bersama. Cara memotivasi mereka adalah membuat mereka merasa diterima dalam tim dengan membangun suasana kerja yang hangat.
Pengetahuan mengenai Theory of Needs ini penting untuk para pemimpin yang ingin menggerakkan timnya. Mereka harus mengenal dengan baik karakter setiap anggota tim agar mampu memberikan pendekatan motivasi yang sesuai.

Lantas apa hubungannya dengan blogger?
Nah, tulis menulis itu juga sebuah pekerjaan yang membutuhkan motivasi. Penulis khususnya bloggerjuga membutuhkan pendorong agar mampu terus melahirkan karya demi karya.  Jadi jika menyambung teori McClelland ini, ada tiga jenis blogger berdasarkan motivasi menulisnya.

n-Ach Blogger
Kemungkinan besar, bloggeryang cukup sering memenangkan kompetisi bloggingadalah tipe blogger yang satu ini. Menulis adalah cara mereka mengalahkan tantangan yang diberikan kepadanya. Tulisan mereka detail, tajam dan dalam sehingga menimbulkan kesan mereka tidak main-main dengan karyanya. Mereka pandai mengolah data, bahkan dari referensi yang tidak umum, untuk menguatkan tulisannya.

n-Pow Blogger
Nah, blogger tipe ini selalu berusaha menanamkan pengaruhnya kepada banyak orang. Mereka memiliki banyak follower dan dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukung gagasannya. Mereka senang beradu argumen. Oleh karena itu tulisan mereka selalu terlihat meyakinkan. Mereka memiliki banyak wawasan. Mereka pandai menghubung-hubungkan fakta untuk mendukung opininya sekaligus menyerang orang-orang yang bertentangan dengannya.

n-Affil Blogger
Blogger dengan tipe ini seringkali tampil seperti trademarksebuah komunitas. Mereka selalu hadir dalam perbincangan-perbincangan lepas atau pada saat kawan-kawan bloggermembahas topik tertentu. Mereka rajin menyambangi artikel kawan yang lain, entah untuk memberi komentar atau sekedar “tanda” kehadiran. Mereka tidak selalu muncul sebagai bintang, tetapi orang akan merasa ada yang hilang jika blogger tipe ini tidak hadir. Mereka lebih senang menulis hal-hal yang ringan, yang disenangi banyak orang dan jauh dari potensi konflik.


Tentu tiga tipe motivasi di atas ada pada diri kita masing-masing. Namun pasti ada satu tipe yang mendominasi atau lebih sering jadi penggerak kita menulis. Setelah “meraba-raba” diri sendiri, lihat juga kawan-kawan blogger anda. Mereka termasuk tipe yang mana? Kita bisa membuat perkiraan dengan melihat tulisan-tulisan yang pernah mereka tayangkan. Memahami tipe mereka bisa membantu kita berelasi dengan lebih baik, sekalipun hanya lewat dunia maya. (PG)

------

First posted at kompasiana 
ilustrasi gambar dari: kabenlah.com

Senin, 09 Mei 2016

Tips Menabung di Era Konsumtif




Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia. Potensi pasar yang besar ini membuat banyak produsen yang melirik Indonesia sebagai tempat menjajakan produk-produknya.

Gayung pun bersambut. Seiring pertumbuhan masyarakat kelas menengah, tingkat konsumsi masyarakat juga meningkat. Kita lihat, paling tidak selama empat tahun terakhir ini, sektor konsumsi ikut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi negara. Namun kemudian derasnya arus promosi dan penjualan yang menyerbu masyarakat ini memunculkan “bahaya” lain yaitu gaya hidup konsumtif.

Sebenarnya sah-sah saja menghabiskan uang untuk berbelanja berbagai produk yang kita sukai, toh uang yang dipakai juga hasil kerja keras kita sendiri. Namun kita juga tidak boleh lalai merencanakan keuangan untuk mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan pada masa yang akan datang. Salah satu caranya adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi atau tabungan.

Dalam kehidupan, kita pasti memiliki sejumlah rencana yang memiliki konsekuensi kepada keadaan keuangan kita. Seperti misalnya mempersiapkan pendidikan anak-anak, pembelian inventaris rumah, membangun modal usaha, jalan-jalan ke luar negeri dan rencana lainnya. Jika tidak disiapkan dananya sejak awal, rencana-rencana ini akan mengganggu arus kas kita jika waktunya tiba. Selain berguna untuk menjaga daya beli pada masa yang akan datang, tabungan yang ditempatkan pada instrumen yang tepat juga berguna agar aset kita tidak tergerus inflasi begitu saja.

Namun tidak mudah menabung di era konsumtif seperti sekarang ini. Apalagi para produsen juga telah menggelar dagangannya sampai ke sosial media kita.  Jika tidak bijak mengelola pendapatan, selalu ada godaan untuk membelanjakan uang kita habis-habisan. Oleh karena itu dibutuhkan kiat-kiat khusus agar kita tetap bisa menyisihkan pendapatan ke dalam tabungan.

Membuat Rencana Arus Kas (dan mematuhinya)
Salah satu kata kunci dalam pengelolaan keuangan adalah perencanaan. Pos-pos tabungan hanya bisa terisi jika kita mampu menyisihkan pendapatan kita di awal sebelum menghabiskannya untuk belanja atau keperluan yang lain. Untuk itu, kita harus bisa merencanakan alokasi pendapatan kita secara seksama sebelum transaksi-transaksi lainnya berjalan.  
Hitung berapa alokasi pendapatan yang akan digunakan untuk tabungan, belanja kebutuhan sehari-hari, transportasi, biaya pendidikan, biaya rutin dan pengeluaran lainnya. Dengan membuat rencana pengeluaran ini, sejak awal kita telah mengukur kekuatan keuangan dan menentukan strategi-strategi untuk menjaga tingkat pengeluaran.
Perhatikan daftar belanja kita. Periksalah berapa banyak item dari daftar rencana belanja tersebut yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal yang memang kita perlukan untuk menunjang kehidupan kita. Sedangkan keinginan adalah hal-hal yang sebenarnya masih bisa kita tunda karena tidak mempengaruhi jalannya hidup kita jika tak terpenuhi.
Sedapat mungkin letakkan keinginan pada tempat paling bawah dari daftar tersebut agar keinginan baru akan direalisasikan setelah seluruh biaya kebutuhanterpenuhi. Atau jika ingin cara yang lebih ekstrim (misalnya kita butuh alokasi ekstra untuk tabungan) delete semua keinginan dari dalam daftar tersebut, dan alihkan alokasi biayanya untuk tabungan.
Nah, bagian yang paling penting dari perencanaan keuangan adalah eksekusinya. Sebaik apapun perencanaan yang dibuat tidak akan berguna jika tidak dipatuhi. Misalnya sudah dialokasikan untuk belanja pakaian sebesar Rp300.000 setiap bulannya, maka seperti itulah budget maksimal yang kita gunakan untuk berbelanja pakaian. Tidak boleh lebih, walaupun ada tawaran diskon gila-gilaan dari pedagang. Jika kita berbelanja lebih, maka sudah pasti kita akan menambal kekurangannya dari pos pengeluaran yang lain.
Jika kita sudah bisa memastikan realisasi arus kas berjalan sesuai perencanaan, maka sudah bisa dipastikan pos-pos tabungan kita pun terisi sesuai perencanaan.

Menyimpan Kelebihan Pendapatan/Dana
Kadang kita menerima kelebihan pendapatan seperti misalnya bonus, lembur, insentif, hadiah dan lain-lain. Pada rencana arus kas, pendapatan seperti ini disebut pendapatan lain-lain. Biasanya pendapatan lain-lain ini tidak ikut dianggarkan pada perencanaan karena agak sulit membuat prediksinya.
Pada saat arus kas berjalan dan kita menerima kelebihan pendapatan, kita memiliki dua pilihan. Menggunakannya sebagai sumber dana untuk belanja tambahan atau memasukkannya ke dalam pos tabungan.
Jika kita ingin memprioritaskan tabungan, maka sebaiknya kita memilih alternatif kedua. Nasihat ini juga berlaku jika kita memiliki kelebihan dana setelah membatasi belanja-belanja kita.

Berhemat
Tips lain untuk menambah alokasi pendapatan ke dalam tabungan adalah mengefisienkan belanja atau pengeluaran dengan cara berhemat. Jika kelihatannya sulit, kita bisa mulai dengan mengurangi pengeluaran untuk kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik. Seperti misalnya merokok, minum alkohol, judi dan lain-lain. Selain baik untuk keuangan, dampaknya juga baik untuk kehidupan kita.
Pengeluaran-pengeluaran lain yang juga bisa diefisienkan adalah gaya hidup. Misalnya: Mengurangi hobi yang membutuhkan biaya besar, mengurangi jadwal kunjungan ke salon, membawa makanan dari rumah ke tempat kerja, memilih paket data yang lebih ekonomis dan tips-tips lain sesuai kondisi kita masing-masing. Penghematan juga bisa dilakukan dengan cara menanam sayur di pekarangan, memelihara ternak, memanfaatkan kembali barang bekas yang masih bisa digunakan atau tidak menggunakan kendaraan untuk tujuan yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki 5-10 menit.    
Nah, dana yang dihasilkan dari penghematan ini pun bisa digunakan untuk menambah pos tabungan kita.

Pos-pos Tabungan
Untuk membantu kita merancang tabungan, sejak awal kita harus mengarahkan pos tabungan sesuai rencana kita masing-masing. Dalam hal ini setiap orang dapat memiliki rencana yang berbeda-beda yang menentukan jenis tabungan maupun jangka waktu tabungan yang dipilih. Misalnya tabungan untuk pendidikan, tabungan untuk rekreasi/ziarah, tabungan naik haji, tabungan hari raya, tabungan untuk persiapan keadaan darurat, tabungan pensiun dan lain-lain.
Kemudian untuk memilih produk tabungan kita harus memperhatikan beberapa hal seperti misalnya karakteristik produk serta institusi keuangan yang menawarkan jasa produknya. Misalnya terkait dengan jangka waktu, semakin lama waktu kita mengendapkan tabungan kita, pada umumnya imbas hasil yang diberikan juga lebih tinggi. Perhatikan pula besaran biaya administrasi yang diberikan, serta insentif-insentif bagi penabung. Namun tentu setiap lembaga keuangan baik perbankan, koperasi, asuransi dan lembaga keuangan lain memiliki kebijakan yang berbeda terhadap produk tabungan/investasi yang mereka tawarkan.
Perhatikan pula hal kesehatan usaha serta manajemen resiko dari lembaga keuangan yang kita pilih. Untuk perbankan misalnya, tabungan customer-nya dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Untuk bahan pertimbangan memilih bank, kita dapat mencari referensi dari lembaga-lembaga pemberi peringkat perbankan untuk mengecek bank-bank mana saja yang memiliki kinerja bagus.

Kesimpulan

Apapun nasihat keuangannya, pengelolaan pendapatan sepenuhnya adalah hak kita sebagai pemilik pendapatan tersebut. Yang tidak boleh kita lupakan adalah keputusan-keputusan keuangan yang kita ambil hari ini baru akan terasa dampaknya pada masa yang akan datang. Sama seperti keadaan keuangan kita hari ini adalah hasil dari keputusan kita pada masa lalu. (PG)

-------

Pertama kali ditayangkan di blog kompasiana.com
Ilustrasi gambar www.dailyfinance.com/getty images